PKKM 4 - Jumat 26 September 2014
Pada hari jumat tanggal 26 september 2014, tibalah saatnya kami menjalani PKKM ke empat kami. Kami berkumpul jam setengah 6 di oktagon untuk mempersiapkan segalanya. Namu hal yang paling tidak bisa terlupakan saat itu adalah bahwa saya lupa membawa beberapa perlengkapan spek seperti ponco dan slayer. Akhirnya saya bergegas kembali ke kost untuk mengambil spek-spek tersebut. Ponco saya temukan di bawa sadel motor, tapi, sayang sekali bahkan di kost pun slayer saya tidak ada. Sempat saya menelpon beberapa teman yang tidak bisa mengikuti PKKM saat itu untuk meminjam slayer, tapi tidak diangkat. Akhirnya saya menelpon teman dekat saya, dan untung saja dia lah yang mengetahui keberadaan slayer tersebut, ya slayer tersebut berada di kostnya. saya benar-benar lega dan langsung meminta tolong dia untuk membawakan slayer tersebut ke kampus soalnya dia memang berencana kesana.
Jarum jam pun telah menunjukan pukul 18.30, kami pun bergegas menuju selasar PLN. Disana kami bertemu dengan para taplok dan mengobrol mengenai beberapa hal. Namun, saya benar-benar masih gugup karena merasa diri membawa spek yang tidak lengkap berhubung slayer saya masih dibawakan oleh teman saya. Saking gugupnya sehingga saya pun sempat ditanyai oleh jendral yang menggunakan slayer putih apakah saya baik-baik saja karen muka saya sangat pucat waktu itu. Akhirnya setelah beberapa lama, teman saya pun datang membawakannya sehingga saya sangat berterima kasih kepaddanya.
Masalah slayer pun telah terselesaikan, hehe. Akhirnya kami dimobilisasi menuju selasar double helix. Beberapa saat sebelum mencapai selasar, kami sudah bersiap-siap untuk menunujukan hasil latihan PBB kami kepada para Jendral dan Jendril. Betapa terkejutnya kami bahwa yang menunggu disana hanyalah ada seorang Jendral dan seorang Jendril. Mereka adalah Jendral Imam dan Jendril Sona. Mereka membawa salah satu atribut himpunan, yaitu bendera. Disana kami dijelaskan mengenai lambang himpunan, bendera, baliho, bahkan sampai jaket himpunan. adapun penjelasannya kurang lebih seperti dibawah ini :
Untuk lambang, terdapat gambar berbentuki sikon yang merupakan perlambangan profesi dan keilmuan meteorologi. Selanjutnya ada lingkaran berwarna kuning yang melambangkan pergerakan matahari yang merupakan pusat kemahasiswaan. Ada juga radar, 8 titik di lingkaran paling luar yang melambangkan pergerakan ke segala arah. Lingkaran-lingkaran radar tersebut memiliki titik yang berjumlah 1, 2, dan 8 yang memiliki arti konde nim meteorologi yaitu 128. Terdapat pula lambang ganesa di dalam lingkaran yang berarti bahwa keilmuan dan keprofesian himpunan berada di bawah naungan ITB. Terdapat pula lingkaran tegas yang melambangkan ikatan di meteorologi tidak pernah putus, dan terakhir terdapat nama himpunan di luar lingkaran.
Selanjutnya oleh Jendril Sona dijelaskanlah mengenai bendera himpunan. Bendera yang memiliki panjang 1.28 m, lebar 0.8 m, space atas ke lambang 19 cm, dan space bawah ke lambang 9 cm adalah bendera kebanggaan himpunan karena 128 bermakna kode meteorologi, 08 menandakan 2008 atau tahun lahir dari HMME, 9 berarti bulan september yaitu bulan lahir HMME dan 19 berarti tanggalnya. Ada pula baliho yang memiliki panjang 12.8 m, lebar 12.8 m, space atas dan bawah ke lambang masing-masing adalah 1.28 m.
Selanjutnya oleh Jendral Imam dijelaskan tentang jaket himpunan. Garis putih yang membentang di bahu berarti tanggung jawab yang dipikul setiap anggotanya, garis berwarna putih berarti tanggung jawab yang dipikul adalah tanggung jawab yang suci, garis tegas tak putus-putus berarti tanggung jawab tersebut tak akan pernah putus, terdapat pula lambang himpunan di sebelah kiri, bagian tengah sebelah dada terdapat lambang HMGM, bagian kanan terdapat lambang HMGM yang membentuk tiga sisi artinya memiliki tiga cabang ilmu geofisika, yaitu, padat, cair dan gas. Sedangkan tiga sudut artinya Tri Dharma Perguruan Tinggi, warna biru almamater berarti kekeluargaan. Sel;anjutnya, sejak tanggal 19 September 2008 HMME sudah menganggap atribut yang dipakai adalah identitas HMME.