Selasa, 04 Juni 2024

Pentingnya Ilmu Geografi bagi Kehidupan Manusia dan Kelestarian Lingkungannya

 

    Manusia hidup tidak terlepas dari lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Lingkungan fisik seperti tanah tempat kita berpijak, atmosfer sebagai penopang kehidupan melalui oksigennya, hingga air dalam bentuk sungai, danau dan air tanah, seluruhnya mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan sosial, baik itu lingkungan keluarga, tetangga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, bahkan hingga dunia juga tidak terlepas dari kehidupan manusia. Manusia mempengaruhi dan dipengaruhi satu dengan yang lain, baik dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga dalam hal mengejar impian hidupnya. Antara manusia dan lingkungannya bagaikan roda dan rantai sepeda, yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Disinilah geografi memberikan perspektif hubungan tersebut dalam kacamata spasial, skala dan tempat.

 

    Dengan konsep skala, kita dapat memahami bahwa manusia hidup di dalam satu atmosfer yang sama, menghirup udara yang sama, sehingga melahirkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama. Perubahan iklim yang merupakan proses global, secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi tempat-tempat hidup manusia ketika ditinjau dengan skala lokal. Selain itu, perubahan bentang alam yang terjadi akibat aktivitas manusia juga akan memberikan dampak terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Pemahaman geografi yang melihat bahwa ada hubungan yang nyata antara kehidupan manusia dan bentang alam dari perspektif spasial akan menyadari bahwa hutan yang ada di hulu harus dilindungi dan dipertahankan untuk menjaga fungsi ekologisnya sebagai daerah resapan air sehingga mencehah bencana terjadi di hilir dan merusak tatanan kehidupan manusia yang ada disana. Seperti contoh yang terjadi di Luwu, Sulawesi Selatan, Padang, Sumatera Barat, Demak, Jawa Tengah, dan masih banyak contoh lainnya. Tanpa adanya pemahaman dan kesadaran ini, maka akan semakin banyak potensi-potensi bencana yang dapat terjadi kedepannya. Prospek geografi dalam memberikan pengertian secara geografis akan pentingnya hubungan manusia dan lingkungannya kepada masyarakat sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan itu sendiri.

 

    Meningkatnya populasi dunia juga menjadi persoalan tersendiri ketika berbicara dalam konteks ketersediaan ruang hidup. Konflik sosial seperti sengketa lahan akan semakin sering terjadi ketika tidak ada konsep geografi yang diterapkan dalam perencanaan suatu daerah. Ketidakmerataan pembangunan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan adanya krisis ruang hidup yang terjadi di kota-kota besar. Kondisi yang berkebalikan terjadi di desa-desa yang pemanfaatan lahannya rendah sehingga tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Mengubah ruang menjadi sebuah tempat yang dapat menopang kehidupan penduduknya juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Pemerataan pembangunan harus dilakukan untuk mengurangi potensi konflik sosial yang dapat terjadi di lingkungan padat penduduk. Namun, pembangunan tersebut pun juga harus memperhatikan konsep geografi dalam tinjauan ekologis yang melihat hubungan manusia dengan lingkungannya yang harus dijaga untuk menghindari terjadinya bencana di kemudian hari. Peran pemerintah dalam melakukan perencanaan sebaiknya tidak hanya menekankan perencanaan secara spasial (spatial planning), tetapi juga perencanaan yang mempertimbangkan penggunaan lahan (land use planning). Dengan demikian, prospek penerapan konsep dan teori ilmu geografi dalam mengkaji hal tersebut kedepannya masih sangat dibutuhkan dalam hal pembangunan berkelanjutan.

 

    Konsep dan teori ilmu geografi memiliki prospek yang tinggi untuk terus dipelajari dan diterapkan di dalam kehidupan manusia yang sangat dinamis, kompleks, nonlinear, dan tidak terlepas dari hubungan yang saling mempengaruhi antara manusia dengan lingkungannya. Di masa sekarang, terjadi penurunan kesadaran geografis akan hubungan tersebut terlihat dari semakin tingginya frekuensi bencana yang terjadi sebagai akibat dari ketidakpedulian manusia terhadap hubungan ekologis manusia dengan lingkungannya. Geografi sebagai ilmu yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu lainnya dapat secara kolektif dimanfaatkan dan memberikan pemahaman serta kesadaran secara optimal untuk keberlangsungan kehidupan manusia dan kelestarian lingkungannya.