Manusia hidup tidak terlepas dari lingkungannya, baik
lingkungan fisik maupun sosial. Lingkungan fisik seperti tanah tempat kita
berpijak, atmosfer sebagai penopang kehidupan melalui oksigennya, hingga air
dalam bentuk sungai, danau dan air tanah, seluruhnya mempengaruhi kehidupan
manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan sosial, baik itu
lingkungan keluarga, tetangga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi,
negara, bahkan hingga dunia juga tidak terlepas dari kehidupan manusia. Manusia
mempengaruhi dan dipengaruhi satu dengan yang lain, baik dalam hal memenuhi
kebutuhan sehari-hari, hingga dalam hal mengejar impian hidupnya. Antara
manusia dan lingkungannya bagaikan roda dan rantai sepeda, yang saling
mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Disinilah geografi memberikan
perspektif hubungan tersebut dalam kacamata spasial, skala dan tempat.
Dengan konsep skala, kita dapat memahami bahwa manusia hidup
di dalam satu atmosfer yang sama, menghirup udara yang sama, sehingga melahirkan
kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama. Perubahan
iklim yang merupakan proses global, secara langsung maupun tidak langsung akan
mempengaruhi tempat-tempat hidup manusia ketika ditinjau dengan skala lokal. Selain
itu, perubahan bentang alam yang terjadi akibat aktivitas manusia juga akan
memberikan dampak terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Pemahaman geografi
yang melihat bahwa ada hubungan yang nyata antara kehidupan manusia dan bentang
alam dari perspektif spasial akan menyadari bahwa hutan yang ada di hulu harus
dilindungi dan dipertahankan untuk menjaga fungsi ekologisnya sebagai daerah
resapan air sehingga mencehah bencana terjadi di hilir dan merusak tatanan
kehidupan manusia yang ada disana. Seperti contoh yang terjadi di Luwu,
Sulawesi Selatan, Padang, Sumatera Barat, Demak, Jawa Tengah, dan masih banyak
contoh lainnya. Tanpa adanya pemahaman dan kesadaran ini, maka akan semakin
banyak potensi-potensi bencana yang dapat terjadi kedepannya. Prospek geografi
dalam memberikan pengertian secara geografis akan pentingnya hubungan manusia
dan lingkungannya kepada masyarakat sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan
masyarakat dan kelestarian lingkungan itu sendiri.
Meningkatnya populasi dunia juga menjadi persoalan tersendiri
ketika berbicara dalam konteks ketersediaan ruang hidup. Konflik sosial seperti
sengketa lahan akan semakin sering terjadi ketika tidak ada konsep geografi
yang diterapkan dalam perencanaan suatu daerah. Ketidakmerataan pembangunan menjadi
salah satu faktor yang menyebabkan adanya krisis ruang hidup yang terjadi di
kota-kota besar. Kondisi yang berkebalikan terjadi di desa-desa yang
pemanfaatan lahannya rendah sehingga tidak cukup untuk meningkatkan
kesejahteraan penduduknya. Mengubah ruang menjadi sebuah tempat yang dapat menopang
kehidupan penduduknya juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Pemerataan
pembangunan harus dilakukan untuk mengurangi potensi konflik sosial yang dapat
terjadi di lingkungan padat penduduk. Namun, pembangunan tersebut pun juga
harus memperhatikan konsep geografi dalam tinjauan ekologis yang melihat
hubungan manusia dengan lingkungannya yang harus dijaga untuk menghindari
terjadinya bencana di kemudian hari. Peran pemerintah dalam melakukan
perencanaan sebaiknya tidak hanya menekankan perencanaan secara spasial (spatial
planning), tetapi juga perencanaan yang mempertimbangkan penggunaan lahan (land
use planning). Dengan demikian, prospek penerapan konsep dan teori ilmu geografi
dalam mengkaji hal tersebut kedepannya masih sangat dibutuhkan dalam hal
pembangunan berkelanjutan.
Konsep dan teori ilmu geografi memiliki prospek yang tinggi
untuk terus dipelajari dan diterapkan di dalam kehidupan manusia yang sangat
dinamis, kompleks, nonlinear, dan tidak terlepas dari hubungan yang saling
mempengaruhi antara manusia dengan lingkungannya. Di masa sekarang, terjadi
penurunan kesadaran geografis akan hubungan tersebut terlihat dari semakin tingginya
frekuensi bencana yang terjadi sebagai akibat dari ketidakpedulian manusia
terhadap hubungan ekologis manusia dengan lingkungannya. Geografi sebagai ilmu
yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu lainnya dapat secara
kolektif dimanfaatkan dan memberikan pemahaman serta kesadaran secara optimal untuk
keberlangsungan kehidupan manusia dan kelestarian lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar