Kamis, 25 September 2014

Meteorologi  - Ilmu yang Mempelajari Masa Depan


Meteorologi, mungkin memang sedikit orang yang mengetahui Meteorologi itu apa. Oke, saya jelaskan saja agar teman-teman tidak salah lagi mengartikannya. Meteorologi itu bukanlah ilmu yang mempelajari tentang meteor, melainkan adalah ilmu yang mempelajari tentang lapisan udara bumi atau atmosphere. Kenapa mempelajari Meteorologi itu penting? Mungkin teman-teman tahu atau pernah dengar tentang tornado, badai topan, atau badai petir?

Nah bisa dibayangkan jika bencana-bencana tersebut melanda kampung halaman teman-teman dan sekaligus memporak-porandakan tempat tinggal teman-teman. Pasti yang tersisa hanyalah kesedihan dan penyesalan karena ketidaksiapan dan ketidaktahuan tentang bencana-bencana terebut. Salah satu peran Meteorologi adalah memberikan peringatan dan pengetahuan kepada seluruh masyarakat tentang fenomena-fenomena yang berkaitan dengan atmosphere.



Hal tersebut adalah salah satu peran Meteorologi dalam hal bencana. Masih ada banyak sekali fungsi Meteorologi yang tidak kalah pentingnya dan bahkan bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi kita, antara lain adalah dalam bidang pertanian. Meteorologi bisa memberikan prediksi yang akurat mengenai cuaca yang akan terjadi selanjutnya sehingga para petani bisa memilih waktu yang tepat dalam bertani sehingga memperoleh panen yang melimpah. Dalam segi lingkungan, Meterologi dapat memberikan informasi mengenai pencemaran udara, sehingga nantinya para pakar lingkungan dapat mengambil tindakan yang sesuai dan menurunkan tingkat pencemaran udara tersebut. Bahkan, Meteorologi juga dapat memberikan desain bangunan yang sesuai dengan iklim setempat sehingga para ahli bangunan dapat membuat bangunan yang sesuai dan nyaman bagi penghuninya nanti, dan masih banyak lagi peran Meteorologi lain bagi kehidupan manusia dan lingkungan.

Nah, kelebihan lain yang membedakan Meteorologi dengan disiplin ilmu lainnya adalah bahwa Meteorologi mempelajari  MASA DEPAN! Dari segi energy, diramalkan bahwa cadangan minyak bumi kita – yang saat ini menjadi sumber energi utama dunia – jumlahnya telah menipis. Padahal, energy terbesar dan terbanyak di dunia bahkan di tata surya kita menerpa kulit kita setiap hari. Ya, energi matahari. Diprediksi bahwa puluhan tahun kedepan, semua energy yang berhubungan dengan energy fosil akan dialihkan ke energy alternative dan energy yang lebih bersih, ya salah satunya adalah energy matahari. Dan energy tersebut dipelajari lebih mendalamdi Meteorologi. Bisa dibayangkan, betapa dibutuhkannya ilmu ini di masa mendatang.


Gimana temen-temen udah terbayang nggak betapa pentingnya meteorology bagi kehidupan saat ini bahkan di masa depan? Nah, makanya dalami dan kuasai Meteorologi maka kalian akan menguasai massa depan, ciatttt! :D
PKKM 3 - Sabtu 20 September 2014

Di hari itu, kami berkumpul di selasar oktagon sudah sejak jam 6 pagi. Kami disana menyiapkan segala sesuatu yang perlu disiapknan, menghubungi teman-teman kami yang belum datang, serta mengecek tugas-tugas yang sudah kami kerjakan. Ada juga yang masih makan, dan berbagi dengan yang lain agar tidak ada yang tidak sarapan, sehingga kami bisa memberikan performa terbaik kami. Dua orang telah ijin dengan alasan yang jelas, yaitu Kopril Ajeng dan Kopril Ipit, namun Kopral Kemas tidak juga ada kabarnya.

Setelah jarum jam menunjukan jam 7 tepat, kami semua berdiri dan menyiapkan mental spiritual dengan berdoa bersama. Selanjutnya kami pun dimobilisasi ke selasar gedung PLN. Disana kami diminta untuk mengumpulkan tugas berupa buku kepo bagi yang minggu lalu belum selesai bukunya. Namun sampai saat itu, Kopral Kemas belum juga datang. Telah dihubungi, ditelfon, dan di sms, tapi tetap tidak ada kabarnya. Akhirnya setelah beberapa waktu dengan muka tergesa-gesa, dia pun datang. Dengan kedatangannya itu, cukup membuat kami tenang. Sempat duduk sejenak, Si Kemas kembali berdiri dan intrupsi kepada para jendral dan jendril bahwa dia akan kembali menyusuri jalan kedatangannya karena slayer yang memang tidak boleh hilang telah dijatuhkan olehnya. Akhirnya dengan ditemani Jendral Tyo, dia pun bergegas mencarinya. Untung saja ketemu, haha.

Akhirnya, kami dimobiliasi ke selasar double helix. Disana kami diuji PBB dan kenal satu angkatan berupa nama lengkap dan nim. Sempat juga kami beradu argumen tentang konsekuensi PBB yang akhirnya berujung pada berhutangnya Kopril Euis sebanyak 15 seri. Kami disana juga diuji kehafalan lagu angkatan kami.

Setelah itu kami dimobilisasi menuju taman alat. Disana kami dijelaskan tentang berbagai alat dan fungsinya, seperti Campbell Stokes yang berfungsi untuk mengetahui lamanya penyinaran matahari dalam satu hari, Barograf berfungsi untuk mencatat tekanan dan temperatur dalam bentuk grafik, Panci Penguapan berfungsi untuk mengukur besarnya penguapan air oleh sinar matahari, dan masih banyak lagi. Selain itu kami juga diterangkan cara menuliskan data yang diperoleh dari tabel ME48.

Dari sana, kami dimobilisasi menuju 1401 untuk diterangkan mengenari sharing keprofesian dan kaitan meteorologi dengan prodi lain seperti teknik lingkungan, planologi, dan fisika teknik. Kaitan meteorologi dengan teknik lingkungan sangat banyak sekali, seperti dalam pencemaran udara, mereka membutuhkan data-data yang dimiliki oleh meteorologi. Dalam planologi, meteorologi berperan dalam membantu menganilisis pengaruh banjir sehingga perencanaan pembangunan dapat disesuaikan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan fisika teknik, meteorologi bekerja sama dalam memberi pertimbangan-pertimbangan dalam pembangun sebuah seperti penyinaran matahari, tekanan, suhu, dll, sehingga bangunan-bangunan tersebut dapat nyaman ditempati. Selain itu fisika teknik dapat membantu meteorologi dalam membuat peralatan atau instrumen meteorologi seperti kincir angin, sel surya, dan masih banyak lagi.

Banyak hal yang kami dapatkan ketika PKKM III ini, semoga pelajaran yang kami dapat akan bermanfaat untuk masa depan kami. Terima kasih untuk para panitia karena telah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik.

Rabu, 24 September 2014

Saat kelas KWN, tidak ada dosen jadi saya dan beberapa teman-teman yang lain foto selfie untuk mengisi waktu, hehe..
Beliau memiliki nama lengkap Siti Hairunnisa Norfahmi, tapi kami lebih sering memanggilnya Jendril Nisa saja. Beliau adalah pemilik nim 12811026, ya dengan kata lain beliau adalah kakak nim saya. Di himpunan, beliau menjabat sebagai kadiv danus. Beliau sangat murah senyum, hingga membuat kami merasa tenang ketika beliau ada di sekitar kami. Senyumnya itu sangat menyejukan hati. Adapun kesan yang beliau sampaikan ketika wawancara adalah kekompakan angkatan kami sudah terlihat, selain itu inisiatif dari kami pun sudah ada juga, ujarnya. Pesan dari beliau antara lain adalah kekompakan kami ditingkatan  dan dipertahankan untuk seterusnya. Selain itu, beliau juga menyarankan agar acara kumpul-kumpul bareng lebih sering diadakan lagi agar lebih mengenal satu sama lainnya. Beliau juga berpesan, jika kompak jangan pas senangnya saja, jadi kalau bisa sedihnya pun harus bareng-bareng juga.

Jendril Nisa adalah salah satu orang yang paling kami kenal selain Jendral Tyo, karena beliau sudah mengikuti perkembangan kami bahkan sebelum diksar ini dimulai, atau pada saat pradiksar lalu. Beliau selalu hadir dengan senyum, dan semangat sehingga kami pun terbawa dan menjadi ikutan bersemangat dan tersenyum juga. Kesan itu tetap melekat pada kami bahkan sampai sekarang sehingga dapat dikatakan beliau merupakan salah satu alasan kenapa kami tetap bersemangat mengikuti diksar ini. Harapan kami agar kedepannya beliau tetap menjadi kompor bagi kami yang senantiasa membakar semangat kami ini. Terima kasih Jendril Nisa J
Jendral Imam, banyak yang bilang bahwa beliau sangat mirip dengan penyanyi terkenal, Tulus. Nama lengkap beliau adalah Imam Muttaqin. Beliau adalah kakak nim dari Novriza Hasby, yaitu 022. Nim lengkap beliau adalah 12811022. Jabatan beliau di himpunan adalah sebagai kadiv PSDA. Saat wawancara, beliau sempat menanyakan hal-hal yang sejenak sempat membuat kami kebingungan. Tapi akhirnya dibalik pertanyaan beliau yang membingungkan tersebut, ada maksud tersembunyi dibaliknya. Bahwasannya, beliau ingin tahu alasan kami yang sebenarnya dalam mengikuti PKKM ini, serta alasan kami ingin masuk himpunan.
Kesan dari beliau saat melihat angkatan kami adalah angkatan kami sudah kompak, namun kami diingatkan agar kekompakan itu bukan hanya saat PKKM saja, tetapi harus dipertahankan bahkan sampai akhir nanti. Saat wawancara, beliau juga berpesan agar kami memperjelas lagi alasan kami dalam mengikuti PKKM ini dan memikirkan dari sekarang apa yang bisa kami lakukan untuk HMME jika nanti kami telah dilantik.


Kata-kata beliau benar-benar membuat kami sadar akan apa yang sebenarnya kami sedang lakukan. Mengetahui esensi, makna, dan maksud dari setiap apa yang kita kerjakan, ya kurang lebih itulah yang ingin disampaikan oleh beliau. Benar-benar suatu pencerahan bagi kami. Beliau orangnya memang jarang sekali tidak tersenyum, haha, ya beliau memang sangat ramah, layaknya Jendril Nisa. Harapan kami kedepannya untuk Jendral Imam, tetaplah beri kami pencerahan walaupun sudah bukan kewajiban jendral untuk melakukannya. Terima kasih Jendral Imam J
Nadine Pricilia, ya itulah nama lengkap beliau, tapi kami biasa memanggilnya Jendril Nadin. Beliau adalah kakak nim-nya Si Abay, yaitu 12811029. Di himpunan, posisi beliau adalah sebagai anggota biasa yang mengurus bidang keilmuan. Prokernya antara lain adalah observasi harian yang biasa dilakukan di taman alat. 

Adapun hal-hal yang diharapkan setelah prokernya ini berjalan adalah keterampilan anggota dalam menggunakan peralatan menjadi lebih terlatih. Selain itu, ada juga program dari bidang keilmuan adalah untuk mengenalkan meteorology ke sekolah-sekolah, serta berkunjung ke lembaga-lembaga meteorology.

Beliau telah menjalankan kulap 2 kali selama di meteorology, serta beliau juga bercerita bahwa beliau sempat kerja praktek (KP) di Balai Klimatologi. Beliau suka warna tosca.Beliau hobi membaca, ya terlihat dari luar bahwa beliau adalah seseorang yang memiliki wawasan yang luas.

Pesan yang disampaikan oleh beliau kepada kami adalah meningkatkan kekompakan kami, meningkatkan pikiran positif, jangan dijadikan beban, utamakan otak, serta kami disarankan agar lebih proaktif (berpikir dulu baru bertindak), jangan hanya sekedar reaktif (bertindak dahulu baru berpikir), “bawa bahagia aja” katanya. Pesan dari beliau amatlah berguna untuk kemajuan kami, terima kasih Jendril Nadin J
Beliau adalah salah satu asprak kami dalam praktikum MMK (mekanika medium kontinu), ya beliaulah Jendral Adnan, atau nama lengkap beliau adalah Muhammad Adnan Al Huzaini. Beliau adalah kakak nim dari Revana, yaitu 023. Nim lengkap beliau adalah 12812023. Di himpunan beliau menjabat sebagai staff PSDA, dibawah Jendral Imam yang menjabat sebagai kadiv-nya.

Dalam wawancara kemaren, beliau berpesan agar kekompakan kami yang sudah cukup terlihat ini agar jangan hanya sekedar di PKKM saja, tapi sampai nanti sudah masuk himpunan pun harus tetap kompak karena nanti ketika ada kegiatan di himpunan , kekompakan itu sangatlah dibutuhkan. Kesan beliau terhadap kami, ya, kami sudah cukup kompak, hanya itulah kekhawatiran beliau, kekompakan yang instan. Semoga kekompakan kami akan bertahan selamanya. Amin J

Ketika praktikum satu minggu yang lalu, saya bersama Abay dan Widi sempat berinterkasi dengan para Super Jendral. Disana kami diajak ngobrol bahkan sampai jam setengah satu pagi. Namun Jendral Adnan dengan sabar menunggu kami . Terima kasih Jendral Adnan J

Rabu, 17 September 2014

Indah Oktalia Delarosa, begitulah nama lengkap sang jendril cantik yang satu ini. Kami sering memanggilnya Jendril Indah. Beliau merupakan kakak nim dari Kopril Diaz, ya, 036 atau secara lengkap nim Jendril Indah adalah 12812036. Jabatan beliau dalam HMME adalah sebagai staff senator. Banyak pesan yang beliau curahkan kepada kami, antara lain :tetap semangat, jaga kekompakan, jaga komitmen, ditunggu di HMME. Haha, mendengar pesan dari beliau, kami menjadi semakin bersemangat dalam menjalankan diksar ini. Adapun kesan yang menurut beliau diberikan oleh angkatan kami kepada beliau adalah :bangga pada pertemuan pertama, jumlah yang hadir keren bikin taplok bangga. Kesan tersebut menjadi tolak ukur kami dalam diksar kali ini. Membuat kami selalu ingin mendatangkan lebih banyak dan lebih banyak lagi orang dalam setiap diksar.

Beliau adalah jendril yang paling sering kami temui, baik di diksar maupun diluar diksar, karena memang kebetulan sekali beliau sekelas bersama kami di Komputasi Meteorologi dan di Fisika Matematika. Beliau juga adalah pendamping kelompok atau biasa disebut taplok untuk kelompok 4. Beliau orangnya sangat ramah sekali membuat kami nyaman dan menghancurkan gap antara angkatan kami dengan angkatan diatas kami, hal tersebut membuat kami semakin siap dan mantap untuk bergabung bersama mereka, hehe..
Pesan pribadi dari saya untuk beliau adalah tetaplah menjadi teman kami, menjadi orang yang paling dekat dengan kami walaupun itu di luar tugas, serta bimbinglah kami agar menjadi adik yang baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Terima kasih banyak Jendril Indah :)
Nama beliau adalah Aristyo Rahadian Wijaya. Beliau merupakan kakak nim dari Ipit, ya 006 atau lengkapnya 12811006. Jabatan beliau dalam HMME adalah sebagai anggota biasa.
Saat wawancara beliau banyak memberikan pesan kepada kami, antara lain : jangan menjadi yesman, berargumenlah, kesigapan dan inisiatif ditingkatkan lagi untuk kemajuan angkatan. Pesan-pesan dari beliau tersebut benar-benar membuat kami sadar dan menginspirasi kami untuk berubah dan benar saja, saat PKKM sabtu kemaren, perubahan yang kami tunjukan benar-benar terlihat. Ada pun kesan yang beliau dapatkan dari angkatan kami antara lain : belum bisa satu pikiran seangkatan, masih menjadi stadyman, sudah kompak, kreatif, koordinasi sudah bagus, briliant dan optimis. Kesan dan pesan yang beliau berikan sangat memotivasi kami.

Beliau memang Jendral yang paling sering kami temui karena semenjak pradiksar lalu beliau selalu hadir untuk kami, sehingga beliau sama sekali sudah tidak asing lagi untuk kami. Harapan untuk beliau agar kedepannya beliau selalu ada untuk kami, tetap sebagai tempat curhatan kami, tempat kami mendapatkan motivasi selama diksar, dan mendapatkan bahan pembelajaran sehingga kedepannya kami menjadi lebih baik dan semakin baik lagi. Terima kasih Jendral Tyo :)
PKKM 2 - Sabtu 13 September 2014

PKKM hari kedua dilaksanakan pada keesokan harinya di selasar kebab jam 7.15 pagi. Saat itu kami berkumpul dahulu di selasar oktagon untuk mempersiapkan segalanya. Ada 7 orang yang absen ketika itu, Habib, Zikri, Bima, Diaz, serta Widi mengikuti kegiatan unit, sedangkan Charla dan Rey menghadiri acara keluarga.

Jarum jam pun telah menunjukan pukul 7.00 WIB, kami pun bergegas menuju selasar kebab dan menemui para jendral dan jendril. Saat itu kami langsung diajari tata cara lapor. Jadi, jika kita diintruksikan untuk lapor, maka salah satu orang dari kami maju ke depan dan memberikan aba-aba "METEO", lalu yang lainnya mengikuti. Setelah mengucapkan "METEO" dengan keras, kami pun diwajiban untuk bersiap dalam posisi ngethrill (posisi kuda-kuda dengan kedua tangan diluruskan kedepan dan dikepal). Setelah itu, orang yang berada di depan memulai laporan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu dan meminta ijin lapor kepada jendral yang bertindak sebagai danlap dengan menyebutkan namanya. Lalu, ia pun harus menyebutkan jumlah yang hadir serta yang tidak hadir dan alasannya. Setelah itu, kami sempat melakukan simulasi beberapa kali sebelum akhirnya kami dimobilisasi menuju lantai 2 labtek XI.

Sesampainya disana, kami pun segera mempersiapkan diri untuk persentasi dari tugas yang telah diberikan kemaren malamnya. Kami pun mempersentasikan hasil kerja kami berdasarkan masing-masing kelompok, yaitu kelompok satu Kota Banjarmasin, kelompok 2 Kota Manado, kelompok 3 Kota Balikpapan, dan akhirnya kelompok saya yaitu kelompok 4, mempersentasikan masalah banjir yang terjadi di daerah Karawang. Persentasi itu pun berjalan seru dan menambah wawasan, namun sayang karena keterbatasan waktu akhirnya kami dimobilisasi kembali.

Mobilisasi kali ini ternyata menuju ke selasar double helix. Terlihatlah dari kejauhan barikade yang telah berbaris secara rapi telah siap menyambut kami. Kami pun memulai cek spek yang dipimpin oleh Fahmi. Tidak sempurna spek yang kami bawa saat itu, ada yang label minumannya belum dicabut, ada yang biskuitnya telah habis, serta ada juga yang tidak membawa obat-obatan pribadi.

Kami pun kembali dimobilisasi menuju lantai 2 labtek XI. Disana kami diperkenalkan dengan Zephyrus, sebuah kegiatan (pengabdian masyarakat) berskala besar dari HMME yang sifatnya berkelanjutan. Inti dari Zephyrus itu sendiri adalah membuat suatu alat yang dinamakan EWS (Early Warning System) yang mampu memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa akan terjadi banjir melalui sms sehingga masyarakat pun menjadi lebih waspada dan lebih siap dalam menghadapi banjir. Salah satu hal yang perlu disiapkan adalah dalam survey lapangan, dimana tempat terbaik dalam memasang (spotting) alat tersebut. 

Selanjutnya kami pun kembali dimobilisasi menuju selasar double helix untuk evaluasi materi, tugas peta, serta tugas buku kepo. Untuk evaluasi materi, kami cukup mampu dalam menjawabnya, walaupun masih sedikit ada salah kata, namun ketika ditanyakan masalah tugas peta, para jendral dan jendril pun mulai mempertanyakannya seperti kenapa harus membeli dan bukan malah membuatnya, dan kenapa harus 2 bukan 1. Kami mencoba membela diri dengan saling adu argumen dengan mereka (para jendral dan jendril). Selanjutnya tugas buku kepo masih banyak yang tidak lengkap dan bahkan ada yang belum mengerjakan sama sekali. Kami pun diberi konsekuensi untuk menghadirkan sebanyak 35 orang Pradawihaya dalam PKKM selanjutnya.

Menjelang Zuhur, kami pun dimobilisasi menuju parkiran teknik kimia. Disana oleh para taplok, kami diberi tugas untuk membuat blog pribadi yang berisi jurnal setiap PKKM serta hasil wawancara dengan 1 jendril dan 1 jendral, selain itu kami juga diinstruksikan untuk membuat blog angkatan yang berisi foto full team kami dan logo angkatan serta link menuju blog pribadi kami masing-masing. Kami juga diberitahu untuk membuat sebuah video ucapan selamat ulang tahun untuk HMME yang keenam. 
PKKM 1 - Jumat 12 September 2014


Hari itu adalah hari pertama PKKM atau Pendidikan Keprofesian dan Kehimpunanan Meteorologi. Saat itu kami diintruksikan untuk berkumpul di selasar oktagon jam 19.15 WIB, tapi kami berkumpul 75 menit sebelumnya yaitu pada jam 18.00 WIB untuk mempersiapkan diri seperti cek spek, absensi, dan diskusi masalah tugas-tugas yang lain. Hari itu kami hadir sebanyak 31 orang dari 38 jumlah angkatan kami. 7 orang tidak hadir saat itu, diantaranya Bima, Habib, Ipit, dan Zikri tidak bisa hadir karena mengikuti gladi bersih untuk pentas acara unit mereka, yaitu UKM. Charla pulang ke Jombang untuk menghadiri acara keluarga, dengan alasan yang sama pula, Rey juga pulang ke Kediri, sedangkan Dhika pulang ke Jakarta.

Setelah jam 7 lewat, akhirnya para Jendral dan Jendril datang untuk menjemput kami dan langsung memobilisasi kami ke jembatan penghubung antara labtek V dan VI. Disana kami langsung di bagi per kelompok, kebetulan saya masuk di kelompok 4 bersama Fakhriy, Alvin, Ajeng, Euis, Intan, Haura, Diaz, dan Zikri. Namun sayang saat itu Zikri tidak hadir. Setelah dibagi per kelompok, acara pun dilanjutkan dengan sholat bagi para muslim. Sembari menunggu teman-teman yang sholat, saya dan teman-teman yang lain pun ditemani dan diajak ngobrol oleh Jendril Indah, Jendril Nunu, Jendril Amel dan Jendril Nisa. Seru sekali obrolan kami hingga tidak terasa teman-teman yang lain sudah selesai sholat, akhirnya kami pun diberitahu dasar-dasar PBB dan kami diintruksikan untuk memanggil para kakak-kakak Meteorologi dengan sebutan Jendral bagi para kakak-kakak cowok dan Jendril bagi kakak-kakak cewek. Serta kami pun dipanggil Kopral bagi Pradawihaya cowok dan Kopril bagi Pradawihaya cewek.

Selanjutnya kami pun dimobilisasi ke double helix. Disana kami dikumpulkan dan ada orasi-orasi yang membuat kami terinspirasi dan termotivasi. Setelah itu, Pendidikan Keprofesian dan Kehimpunanan Meteorologi 2014 pun resmi dibuka.

Kami pun dimobilisasi kembali ke tempat sebelumnya. Disana kami diajak berdiskusi masalah banjir yang sering melanda Bandung, khususnya daerah Bandung Selatan. Diskusinya pun berlangsung cukup lama dan seru. Akhirnya sebagai penutup kami pun diberi tugas untuk menganalisis banjir yang terjadi di salah satu daerah di Indonesia dan tugas tersebut akan diberi waktu satu malam. Setelah itu kami pun langsung dibubarkan dan sebelum pulang kami mendiskusikan tugas tersebut bersama-sama. Jarum jam pun sudah menunjukan pukul 23.00 WIB akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing, namun beberapa dari kami menginap di basecamp sembari membuat tugas tersebut.