PKKM 3 - Sabtu 20 September 2014
Setelah jarum jam menunjukan jam 7 tepat, kami semua berdiri dan menyiapkan mental spiritual dengan berdoa bersama. Selanjutnya kami pun dimobilisasi ke selasar gedung PLN. Disana kami diminta untuk mengumpulkan tugas berupa buku kepo bagi yang minggu lalu belum selesai bukunya. Namun sampai saat itu, Kopral Kemas belum juga datang. Telah dihubungi, ditelfon, dan di sms, tapi tetap tidak ada kabarnya. Akhirnya setelah beberapa waktu dengan muka tergesa-gesa, dia pun datang. Dengan kedatangannya itu, cukup membuat kami tenang. Sempat duduk sejenak, Si Kemas kembali berdiri dan intrupsi kepada para jendral dan jendril bahwa dia akan kembali menyusuri jalan kedatangannya karena slayer yang memang tidak boleh hilang telah dijatuhkan olehnya. Akhirnya dengan ditemani Jendral Tyo, dia pun bergegas mencarinya. Untung saja ketemu, haha.
Akhirnya, kami dimobiliasi ke selasar double helix. Disana kami diuji PBB dan kenal satu angkatan berupa nama lengkap dan nim. Sempat juga kami beradu argumen tentang konsekuensi PBB yang akhirnya berujung pada berhutangnya Kopril Euis sebanyak 15 seri. Kami disana juga diuji kehafalan lagu angkatan kami.
Setelah itu kami dimobilisasi menuju taman alat. Disana kami dijelaskan tentang berbagai alat dan fungsinya, seperti Campbell Stokes yang berfungsi untuk mengetahui lamanya penyinaran matahari dalam satu hari, Barograf berfungsi untuk mencatat tekanan dan temperatur dalam bentuk grafik, Panci Penguapan berfungsi untuk mengukur besarnya penguapan air oleh sinar matahari, dan masih banyak lagi. Selain itu kami juga diterangkan cara menuliskan data yang diperoleh dari tabel ME48.
Dari sana, kami dimobilisasi menuju 1401 untuk diterangkan mengenari sharing keprofesian dan kaitan meteorologi dengan prodi lain seperti teknik lingkungan, planologi, dan fisika teknik. Kaitan meteorologi dengan teknik lingkungan sangat banyak sekali, seperti dalam pencemaran udara, mereka membutuhkan data-data yang dimiliki oleh meteorologi. Dalam planologi, meteorologi berperan dalam membantu menganilisis pengaruh banjir sehingga perencanaan pembangunan dapat disesuaikan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan fisika teknik, meteorologi bekerja sama dalam memberi pertimbangan-pertimbangan dalam pembangun sebuah seperti penyinaran matahari, tekanan, suhu, dll, sehingga bangunan-bangunan tersebut dapat nyaman ditempati. Selain itu fisika teknik dapat membantu meteorologi dalam membuat peralatan atau instrumen meteorologi seperti kincir angin, sel surya, dan masih banyak lagi.
Banyak hal yang kami dapatkan ketika PKKM III ini, semoga pelajaran yang kami dapat akan bermanfaat untuk masa depan kami. Terima kasih untuk para panitia karena telah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar