Rabu, 17 September 2014

PKKM 2 - Sabtu 13 September 2014

PKKM hari kedua dilaksanakan pada keesokan harinya di selasar kebab jam 7.15 pagi. Saat itu kami berkumpul dahulu di selasar oktagon untuk mempersiapkan segalanya. Ada 7 orang yang absen ketika itu, Habib, Zikri, Bima, Diaz, serta Widi mengikuti kegiatan unit, sedangkan Charla dan Rey menghadiri acara keluarga.

Jarum jam pun telah menunjukan pukul 7.00 WIB, kami pun bergegas menuju selasar kebab dan menemui para jendral dan jendril. Saat itu kami langsung diajari tata cara lapor. Jadi, jika kita diintruksikan untuk lapor, maka salah satu orang dari kami maju ke depan dan memberikan aba-aba "METEO", lalu yang lainnya mengikuti. Setelah mengucapkan "METEO" dengan keras, kami pun diwajiban untuk bersiap dalam posisi ngethrill (posisi kuda-kuda dengan kedua tangan diluruskan kedepan dan dikepal). Setelah itu, orang yang berada di depan memulai laporan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu dan meminta ijin lapor kepada jendral yang bertindak sebagai danlap dengan menyebutkan namanya. Lalu, ia pun harus menyebutkan jumlah yang hadir serta yang tidak hadir dan alasannya. Setelah itu, kami sempat melakukan simulasi beberapa kali sebelum akhirnya kami dimobilisasi menuju lantai 2 labtek XI.

Sesampainya disana, kami pun segera mempersiapkan diri untuk persentasi dari tugas yang telah diberikan kemaren malamnya. Kami pun mempersentasikan hasil kerja kami berdasarkan masing-masing kelompok, yaitu kelompok satu Kota Banjarmasin, kelompok 2 Kota Manado, kelompok 3 Kota Balikpapan, dan akhirnya kelompok saya yaitu kelompok 4, mempersentasikan masalah banjir yang terjadi di daerah Karawang. Persentasi itu pun berjalan seru dan menambah wawasan, namun sayang karena keterbatasan waktu akhirnya kami dimobilisasi kembali.

Mobilisasi kali ini ternyata menuju ke selasar double helix. Terlihatlah dari kejauhan barikade yang telah berbaris secara rapi telah siap menyambut kami. Kami pun memulai cek spek yang dipimpin oleh Fahmi. Tidak sempurna spek yang kami bawa saat itu, ada yang label minumannya belum dicabut, ada yang biskuitnya telah habis, serta ada juga yang tidak membawa obat-obatan pribadi.

Kami pun kembali dimobilisasi menuju lantai 2 labtek XI. Disana kami diperkenalkan dengan Zephyrus, sebuah kegiatan (pengabdian masyarakat) berskala besar dari HMME yang sifatnya berkelanjutan. Inti dari Zephyrus itu sendiri adalah membuat suatu alat yang dinamakan EWS (Early Warning System) yang mampu memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa akan terjadi banjir melalui sms sehingga masyarakat pun menjadi lebih waspada dan lebih siap dalam menghadapi banjir. Salah satu hal yang perlu disiapkan adalah dalam survey lapangan, dimana tempat terbaik dalam memasang (spotting) alat tersebut. 

Selanjutnya kami pun kembali dimobilisasi menuju selasar double helix untuk evaluasi materi, tugas peta, serta tugas buku kepo. Untuk evaluasi materi, kami cukup mampu dalam menjawabnya, walaupun masih sedikit ada salah kata, namun ketika ditanyakan masalah tugas peta, para jendral dan jendril pun mulai mempertanyakannya seperti kenapa harus membeli dan bukan malah membuatnya, dan kenapa harus 2 bukan 1. Kami mencoba membela diri dengan saling adu argumen dengan mereka (para jendral dan jendril). Selanjutnya tugas buku kepo masih banyak yang tidak lengkap dan bahkan ada yang belum mengerjakan sama sekali. Kami pun diberi konsekuensi untuk menghadirkan sebanyak 35 orang Pradawihaya dalam PKKM selanjutnya.

Menjelang Zuhur, kami pun dimobilisasi menuju parkiran teknik kimia. Disana oleh para taplok, kami diberi tugas untuk membuat blog pribadi yang berisi jurnal setiap PKKM serta hasil wawancara dengan 1 jendril dan 1 jendral, selain itu kami juga diinstruksikan untuk membuat blog angkatan yang berisi foto full team kami dan logo angkatan serta link menuju blog pribadi kami masing-masing. Kami juga diberitahu untuk membuat sebuah video ucapan selamat ulang tahun untuk HMME yang keenam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar