PKKM 5 - 27 September 2014
Kami dikumpulkan di selasar TVST dengan sudah sarapan dan
berpakaian rapi. Setelah dimobilisasi ke Ruang 1401, kami diberi kata sambutan
oleh Kahim HMME Atmosphaira ITB, Jendr
al M. Reza Robby Nugraha dan diberitahukan latar belakang acara ini, yakni ketidaktahuan mahasiswa Meteorologi akan macam karir yang akan dibangunnya kelak.
Dibagi
menjadi dua sesi materi.
Sesi materi pertama, diisi oleh Noviyani Ervianti alumni
Meteorologi yang kini bekerja di perusahaan Jepang, JICA. Beliau menceritakan
pengalaman kerjanya dan menceritakan betapa beruntungnya mahasiswa Meteorologi
karena kuantitasnya di Indonesia masih sedikit. Selain itu kita diharapkan
meningkatkan motivasi, vision, efforts, spirits, creativity, dan team works. Kemudian dilanjutkan oleh sesi “Are We Part
of Earth Scientist?” oleh Zulva Kriza. Di sini beliau menekankan untuk terus
bergerak dan mengikuti dinamika perubahan lingkungan agar terus berkembang dan
tidak mati dalam komunitas. Pesan yang saya ingat dari beliau adalah “love what
you do, do what you love, and value will follow.”. Jangan hanya
membandingkan satu dengan yang lain, carilah passion dan ubah perspektif
serta kembangkan self marketing.
Yang terakhir alumni Meteorologi 2010, Amelia memberikan
materi tentang “Pengalaman Kuliah S1 Meteorologi”. Pengalaman Kak Amel yang
‘terpaksa’ masuk Meteorologi dan baru menemukan keseruannya di tingkat tiga.
Pesan dari Kak Amel adalah “begin with the end in mind”.
Setelah diberikan waktu istirahat, sholat, dan makan, kami
kembali masuk ke sesi kedua. Sesi kedua ini diisi oleh Jendral dan Jendril 2011
yang akan menceritakan pengalaman KP-nya. Yang pertama adalah Piala Imelda yang
berhasil mendirikan Lentera Angin Nusantara yakni pemanfaatan energi angin di
Sumba. Ini benar-benar menginspirasi saya, karena selama ini Indonesia dianggap
punya potensi besar dalam pemanfaatan energi angin, namun pada praktiknya
jarang ada yang berhasil. Keinginannya untuk ikut memajukan Indonesia Timur
serta kesadarannya bahwa kita terpaku pada potensi saja namun sistem yang
digunakan untuk pemberdayaan energi angin justru tidak berkembang dan lebih
rela membeli daripada menciptakan sendiri.
Yang kedua oleh Yovita, Meteorologi 2010 yang menginspirasi
dengan pengalaman pertukaran pelajarnya di Nagoya University, Jepang. Kemudian
Firman A., Meteorologi 2011 bercerita tentang pengalaman KP-nya di Kementerian
ESDM serta kiat-kiat dalam mengikuti KP.
Dengan menemukan potensi dan passion, tanya senior, lulus minimal 100 SKS,
konsultasi dengan dosen, menghubungi tempat KP, dan membuat proposal bila dibutuhkan. Adapun manfaat yang bisa
didapat pengalaman kerja, menambah jumlah SKS, aplikasi skill, mengisi waktu
luang, koneksi ke dunia kerja, dan latihan self improvement. Yang ketiga
Danasla, Meteorologi 2011 mengenai KP di Pertamina Geothermal. Untuk
mempersiapkan KP dibutuhkan topik, dosen pembimbing, tempat, dan proposal. Setelah sesi tanya jawab, kami
diperbolehkan pulang.
Yang kedua oleh Yovita, Meteorologi 2010 yang menginspirasi
dengan pengalaman pertukaran pelajarnya di Nagoya University, Jepang. Kemudian
Firman A., Meteorologi 2011 bercerita tentang pengalaman KP-nya di Kementerian
ESDM serta kiat-kiat dalam mengikuti KP.
Dengan menemukan potensi dan passion, tanya senior, lulus minimal 100 SKS,
konsultasi dengan dosen, menghubungi tempat KP, dan membuat proposal bila dibutuhkan. Adapun manfaat yang bisa
didapat pengalaman kerja, menambah jumlah SKS, aplikasi skill, mengisi waktu
luang, koneksi ke dunia kerja, dan latihan self improvement. Yang ketiga
Danasla, Meteorologi 2011 mengenai KP di Pertamina Geothermal. Untuk
mempersiapkan KP dibutuhkan topik, dosen pembimbing, tempat, dan proposal. Setelah sesi tanya jawab, kami
diperbolehkan pulang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar